Notification

×

Iklan

Advertisement

MAFIA SOLAR LELUASA BERJUALAN DIDEPAN SPBU MEGANG, KAPOLRES DIDUGA TERKESAN LEGALKAN DEMI EKONOMI WARGA

Jumat, 09 Oktober 2026 | Oktober 09, 2026 WIB Last Updated 2026-10-09T11:57:45Z


 

LUBUKLINGGAU — Pemandangan miris tersaji di SPBU Megang, Kota Lubuklinggau. Ratusan meter antrean kendaraan milik sopir dan warga mengular panjang hingga larut malam demi setetes solar bersubsidi. Namun di garis depan, tepat di moncong pom bensin Megang, pemandangan kontras justru terlihat jelas, para penimbun dengan leluasa berbaris rapi berjualan.

Ironisnya, di tengah kepulan asap knalpot dan kelelahan warga yang mengantre berjam-jam, aparat penegak hukum di wilayah tersebut hanya diam membisu, menonton drama ketidakadilan ini tanpa adanya tindakan tegas.

Praktik lancung ini dikabarkan telah berlangsung selama berbulan-bulan di bawah hidung aparat setempat.

Kasak-kusuk liar di tengah masyarakat pun kini mulai bertimbulan, dugaan adanya setoran ke oknum berseragam pun kini mulai mencuat.

Merespons tudingan miring tersebut, awak media mengkonfirmasi Kapolres Lubuklinggau pada Kamis, 8 Oktober 2026, Alih-alih bertindak dan memberikan ketegasan, kapolres justru melempar kembali bola panas ke publik dengan memberikan respons mengejutkan. Ia meminta awak media mencari tahu identitas anak buahnya yang terlibat.

"Oke mas, kami tindak lanjuti. Bisa diberi informasi siapa aparat yang dapat," tulis Kapolres dalam pesan singkatnya.

Anehnya, alih-alih bertindak tegas mengerahkan personel untuk membubarkan barisan penimbun di depan SPBU, Kapolres justru terkesan kebingungan dan malah meminta saran kepada awak media untuk mengatasi persoalan ini.

"Bisa berikan saran masukan apa yang harus diperbuat mas ke masyarakat," lanjutnya.

Lebih ironis lagi, hukum seolah tumpul di hadapan mafia solar. Kapolres diduga terkesan memaklumi dan membiarkan praktik penimbunan BBM subsidi tersebut dengan dalih pemenuhan ekonomi warga setempat.

"Berapa yang masyarakat timbun untuk kebutuhan ekonomi mereka," tulis Kapolres,

Pesan singkat tersebut seolah menormalisasi pelanggaran hukum yang terang-terangan merugikan hajat hidup orang banyak.

Kini, publik patut menggugat komitmen kapolres tersebut, Jika antrean rakyat kecil dipaksa mengular ratusan meter hingga tengah malam, sementara para penimbun dibiarkan berjualan didepan SPBU di bawah tatapan kosong aparat setempat, siapakah yang sebenarnya berdaulat atas solar subsidi ini, Rakyat atau Mafia Solar?

×
Berita Terbaru Update